Wednesday, September 26, 2007

"sepeda motor baru"

Horeeeeeeeeeee..."sepeda motor baru".

Naek..Naek....itu ucap haya, ketika serta merta kami masuk ke rumah dengan membawa hadiah istimewa untuknya...

Bulan ini, Haya diberi "hadiah istimewa", sebuah "sepeda motor - roda tiga" baru ... Hari Ahad lalu, kami berempat, pergi ke UKM, sembari menunggu bunda yang sedang menguji bahan kimia untuk penelitian tesis masternya di laboratoriumnya; Aku, "Haya" dan Nita ... menemani "Haya" untuk "exercise her new motorbike". Duh, lagaknya Haya dah kayak pembalap, hehehe...bahkan aku pun "ditabrak"-nya. Lihat tayangan foto dan video aksi Haya....









.... Naik motor ! ... Aduh susahnya..












... Aksi pengendara berbakat, hehehe ... Uuups, helmnya mana nak ?










...Sedikit berpose...Boleh dong ?



Yang terakhir ini..aksi dalam video !

video

Tuesday, September 25, 2007

Seorang Doktor Baru ...

Alhamdulillah, tepat pukul 13.20 menit; seorang sahabat saya, Bapak Sugeng Sapto Suryono , Ph.D. candidate untuk Program Geologi dan Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi Universiti Kebangsaan Malaysia, telah berhasil melalui ujian lisan mempertahankan tesis doktornya selama hampir 2 jam. Aku dan sahabatku, mas Slamet, ikut memberikan support kepada beliau pada ujian promosi doktornya.

Beliau adalah dosen di Fakultas Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Beliau mengambil kepakaran dalam bidang sedimentografi geologi.

Seorang Doktor baru telah muncul, DR.Sugeng., selamat dan sukses, semoga berbekal ilmu yang diperolehi dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada ummat, bangsa dan negara Indonesia. Sukses...

Saturday, September 22, 2007

Measurement of Subgrade Stiffness using SASW Method.


Pengetahuan mengenai kondisi sebenarnya dari kekuatan dan kekakuan tanah di tempat (in situ) sangat penting. Karena, kondisi sebenarnya digunakan sebagai dasar dalam pengawasan jalan dan evaluasi struktur perkerasan sehingga dapat ditentukan suatu marjin yang aman untuk jalan. Jalan memiliki perilaku deformasi sebagai awal kerusakan dini yang bisa diketahui melalui penurunan nilai kekakuan modulus. Parameter ini sangat penting untuk menentukan kekuatan dasar yang masih tersisa pada struktur jalan.

Untuk mengukur nilai modulus ini, diperlukan suatu pengujian yang kompleks. Pengujian laboratorium untuk mengukur nilai modulus elastisitas bahan setiap lapisan pada struktur kurang diminati karena mahal dan memerlukan waktu lama dalam proses pengujiannya. Tambahan lagi, bahwa pengujian laboratorium berbasis parameter terkontrol, sehingga proses sampling perlu perhatian yang khusus, disamping itu tegangan pada kondisi lapangan (khususnya tegangan terkekang) perlu menjadi perhatian yang serius. Dengan demikian, pembebanan yang berlaku pada sampel merupakan representasi kondisi pembebanan lapangan. Berbasis untuk menyelesaikan permasalahan ini, beberapa teknik pengujian lapangan saat ini gencar untuk dikembangkan. Salah satu kebaikan dari pengujian lapangan adalah kondisi tegangan dan drainasi tidak perlu dimodelkan atau diasumsikan karena pengujian langsung kepada struktur jalan. Lagi pula, pengkondisian sampling dapat diminimalisasikan.

Jika berhitung secara ekonomis, investasi pengujian lapangan hampir sama dan bahkan beberapa instrumen memiliki nilai yang lebih tinggi. Namun apabila dilihat dari cakupan pekerjaan monitoring dan pemeliharaan jaringan jalan yang luas, maka teknik lapangan ini bisa dinilai lebih efisien. Kendatipun demikian, teknik lapangan yang dikembangkan harus berbasis tidak merusak jalan atau dikenal sebagai non destructive testing (NDT).

Salah satu pengujian yang dikembangkan oleh S.A.Rosyidi dan tim peneliti dari LATEI UMY Indonesia; Puslitbang Jalan dan Jembatan Dep. Pekerjaan Umum Indonesia, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia dan Institut Teknologi Bandung, untuk teknologi baru bagi pemeliharaan jaringan jalan di Indonesia, adalah metode yang dikenal sebagai spectral analysis of surface wave (SASW) atau metode analisis spektrum gelombang permukaan. Parameter kekakan melalui modulus geser dan elastik diukur pada regangan <0.001%. Makalah lengkap menngenai kajian, metode, analisis dan cara intepretasinga diberikan dalam :
http://labtransportumy.wordpress.com

Tuesday, September 18, 2007

Embryology and Human Creation between Quran & Science ... Dr. Sharif Kaf Al-Ghazal

Satu tulisan yang sangat menarik dari Dr. Sharif Kaf Al-Ghazal, semoga kita bisa mengambil hikmah daripadanya, semoga Allah merahmati dan memberikan pahala yang besar kepada Dr.Sharif atas tulisan ini sebagai mutiara yang mulia. Amien.

Tulisan ini dapat diakses secara lengkap di : www.islamicmedicine.org/embryoengtext.htm

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Embryology and Human Creation between Quran & Science

Dr. Sharif Kaf Al-Ghazal
August 2004

Acknowledgement : I would like to acknowledge the great help that Mr. M A H Madi * provided into the English translation of this article

لقراءة المقالة باللغة العربية ، من فضلك اضغط هنا


Since Aristotle had summed up the prevailing theories in his age relating to the creation of the embryo, controversy continued among the supporters of the theory of the full dwarf embryo existing in man’s sperm and those of the theory of the full dwarf embryo created out of the woman’s menstrual blood coagulation (thickening). Most of them believed that man was reduced into that sperm drop, and they drew a figure in which they imagined the embryo as a full creature in the sperm drop, which then grew up in the womb as a small tree. (Figure 1).


Figure 1 : The dwarf embryo as imagined by Leonardo da Vinci from the 15th century (on the left)
and the sperm as miniature human being by Hartsoeker from the 17th century (on the right)

None of both groups could realize that man’s sperm and woman’s ovum participate in the creation of the embryo, as supported by the Italian Scientist “Spallanzani” in the year of 1775. In 1783, Van Beneden was able to confirm this statement, and thus the idea of the dwarf embryo had been discarded. During the years 1888 and 1909 Boveri proved that chromosomes when divided carry the different genetic characteristics. Morgan, in 1912, was able to determine the role of genes, existing in certain parts of chromosomes, in hereditary.

Therefore, it is clear that mankind did not realize that the embryo is created of a man’s sperm mingled with a woman’s ovum except in the 18th century, and only to be confirmed at the beginning of the 20th century.

On the other hand, the Holy Quran and the Prophetic speeches have confirmed in a very accurate scientific manner the creation of man from a mingled fluid-drop (nutfa amshaj), as coined by the Quran, which says ;

( إِنَّا خَلَقْنَا الإِنسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا) (الإنسان:2)

Verily We created man from a drop of a mingled fluid-drop (nutfa amshaj), in order to try him: so We gave him (the gifts), of hearing and sight.” (76:2).
It has been agreed upon by commentators of the Holy Quran that “amshaj” means mingling, as man’s water mingles with that of the woman, and this is also what the Prophet (
peace be upon him) confirmed in one of his speeches. Imam Ahmed indicated in his book “Al Musnad” that a Jew passed by the Prophet Mohammed (PBUH) while he was addressing his companions. Some people from Quarish said; “O Jew! This man proclaims that he is a prophet.” The Jew said: “ I will ask him of something no one knows except a prophet.” He asked the prophet (PBUH); “ O Mohammed! What is man created from? The Prophet (PBUH) said; “O Jew! Man is created from both: man’s fluid (nutfa) and woman’s fluid.” The Jew said; “This is said by those prophets before you.” .

...

Continued ... for complete paper, please access/click link bellow:
www.islamicmedicine.org/embryoengtext.htm


... dalam rahim, ditiupnya ruh dariMu, Allah.

Puji syukur dipanjatkan kepada Illahi ...

Allah berfirman :


( إِنَّا خَلَقْنَا الإِنسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا) (الإنسان:2)

Verily We created man from a drop of a mingled fluid-drop (nutfa amshaj), in order to try him: so We gave him (the gifts), of hearing and sight.” (76:2).

(أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى . ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى . فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأُنثَى) (القيامة: 37-39)

Was he not a drop of sperm emitted (in lowly form)? Then did he become a leech-like clot; then did (Allah) make and fashion (him) in due proportion. And of him He made two sexes, male and female.”(75: 37-39),

( خلق الإنسان من علق ) (العلق 2)

“ (We) Created man, out of a leech-like clot.” (96: 2).




Beberapa waktu lalu, sebelum memasuki Ramadhan, isteriku berkeluh ... merasakan adanya perubahan 'rasa' dalam dirinya. Sebelumnya, aku berpendapat, mungkin isteriku terlalu penat dengan kondisi fisik dan psikisnya dalam menghadapi tekanan kuliah dan penelitian untuk tesis masternya. Banyak sekali pekerjaannya yang terus menerus datang; isteriku mengambil bidang Environmental Engineering; di tempatku sekolah juga saat ini, untuk program Master of Engineering dalam durasi pendidikan 1 tahun. Isteriku pun berinisiasi untuk melakukan tes eksperimen. Alhamdulillah, dua kali, isteriku mengambil tes tersebut dan keduanya menunjukkan "hasil positif". Kemarin pun kami pergi ke Clinic UKM di Bangi dan hasil "scan" menunjukkan usia kandungan yang diperkirakan sudah menginjak usia "5 minggu"... Alhamdulillah, ini adalah rejeki Allah yang telah dipercayakan kepada kami; untuk memiliki keturunan lagi setelah anak pertama kami "Haya". InsyaAllah, Haya akan punya adek ....

Semoga kami bisa menjaga amanah ini dalam kehidupan kami...do'a kami untuknya di kandungan saat ini; semoga Allah menjagamu, saat ini kami akan menemanimu dengan do'a, dzikir dan tilawah... dalam kecintaan kami kepada Illahi Robbi
, kami buai dan belai engkau, anak kami, dengan kasih sayang kami. Do'a pun diberikan oleh keluarga kami di Indonesia; serta sahabat kami dan keluarganya...tengkyu mas Slamet....

(Gambar/foto diambilkan dari:
www.islamicmedicine.org)

Saturday, September 15, 2007

Berbuka, Awali dengan Kurma...

Kalo dulu sewaktu kecil, tinggal di kompleks Kapling Sukanandi Banjarnegara; setiap sore bulan Ramadhan di pelataran masjid kompleks, kami berkelompok mengaji di bawah bimbingan ustadz. Sampai tibalah bunyi "bedug" dipukulkan, .... rentak dan disusul berkumandang suara adzan...

Berbuka ....... suatu kenikmatan yang tiada tara. Berbuka, meskipun sewaktu kecil masih istilahnya latihan berpuasa; namun "berbuka" menjadi satu acara yang "istimewa".

---------------------------------------------------------------------------------------------------


Berbuka, satu kenikmatan yang anugerahkan dari Allah SWT., ... suatu amalan sunnah yang oleh Rasulullah, kita diminta untuk menyegerakannya. Jika mengikuti cara rasulullah berbuka, beliau memulakan dengan makan kurma.

Kurma, adalah sejenis tumbuhan (Palma) atau dikenali dalam bahasa saintifiknya sebagai Phonex dactylifera yang berbuah dan boleh dimakan sama ada yang masak atau yang mentah. Kebanyakan pokok kurma tumbuh di negara-negara Arab dan mempunyai berbagai-bagai jenis. Antara kurma yang terkenal ialah kurma Mekkah dan Madinah yang dikatakan mempunyai berpuluh-puluh jenis. Di kalangan penduduk di negara-negara Arab kurma adalah makanan utama mereka, malah dikalangan orang kita juga kurma sudah menjadi bahan makanan yang digemari. Selain rasanya yang manis dan tahan lama serta tidak perlu dimasak, kurma juga mempunyai khasiat yang banyak dan menjadi makanan utama Baginda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.

(Gambar kurma diambilkan dari link ini)

Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik :

“Rasulullah pernah berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka beliau memakan tamr (kurma kering) dan kalau tidak ada tamr, maka beliau meminum air, seteguk demi seteguk” [HR Abu Dawud (no. 2356), Ad-Daruquthni (no. 240) dan Al-Hakim (I/432 no. 1576). Dihasankan oleh Imam Al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil fi Takhrij Ahaadits Manaaris Sabiil IV/45 no. 922]

Hadits diatas mengandung beberapa pelajaran berharga, antara lain : [Disadur dari Taudhihul Ahkaam min Bulughil Maram oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalany yang disyarah oleh Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Al-Bassam (II/198 no. 459) cet. Daar ibnu Haitsam, th. 2004M]

[1]. Dianjurkannya untuk bersegera dalam berbuka puasa.

[2]. Dianjurkannya untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada maka boleh memakan tamr (kurma kering), jika tidak ada pula maka minumlah air.

[3]. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat. Hal ini merupakan cara pengaturan yang sangat teliti, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan sehingga liver (hati) tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh. Padahal rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai liver (hati) apalagi kalau dalam keadaan basah. Setelah itu, liver (hati) pun memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.

[4]. Air adalah pembersih bagi usus manusia dan itulah yang berlaku alamiyah hingga saat ini.

Imam Ibnul Qayim rahimahullaah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, beliau berkata :

“Cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbuka puasa dengan kurma atau air, mengandung hikmah yang sangat mendalam sekali. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apapun. Sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai dengan liver (hati) yang dapat di disuplai langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air. Karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke liver (hati) dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama sekali kurma masak yang masih segar. Liver (hati) akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi pula. Bila tidak ada juga, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu” [Ath-Thibb An-Nabawy (hal. 309) oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, cet. Maktabah Nizaar Musthafa Al-Baaz, th. 1418H]

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dari manfaat dan khasiat kurma ditinjau dari sudut pandang medis modern yang sekaligus menguatkan khabar Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah tentang khasiat dan keutamaan kurma. Tulisan ini dan sebagian penjelasan di atas disusun oleh Abu Zubair Zaki Rahmawan dalam almanhaj.or.id. Saya sertakan tulisan beliau sebagai penguat keistimewaan berbuka dengan kurma dan khasiat kurma untuk kesehatan kita. Semoga penulis "Abu Zubair Rahmawan" diberikan anugerah dan rahmat dari Allah swt, atas tulisan penanya yang berguna. Amien.


Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.

Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.[1]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah” [2]

Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dippompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh” [3]

Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya , dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.

Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya [4]. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.

Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.

Memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya. [5]

Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.

Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.

Buah kurma Ajwah dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari ganguan jin.

Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.

Buah kurma dapat mencegah stroke

Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.

Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.

Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula. [6]


[Disalin dengan sedikit penyesuaian dari buku Kupas Tuntas Khasiat Kurma Berdasarkan Al-Qur’an Al-Karim, As-Sunnah Ash-Shahihah dan Tinjauan Medis Modern, Penulis Zaki Rahmawan, Pengantar Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Media Tarbiyah – Bogor, Cetakan Pertama, Dzul Hijjah 1426H]
__________
Foote Note
[1]. Perkataan Dokter Muhammad Kamal Abdul Aziz dalam kitabnya Al-Ath’imah Al-Qur’aniyyah. Dicantumkan oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[2]. Tafsir Ibni Katsir (V/168), Tahqiq : Hani Al-Haj, cet. Al-Maktabah At-Tauqifiyah, Mesir.
[3]. Dinukil oleh Syaikh Salim bin Id Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[4]. Catatan kaki yang terdapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[5]. Catatan kaki yang tedapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[6]. Ath-Thibb An-Nabawy (hal. 292) oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, cet. Maktabah Nizaar Musthafa Al-Baaz, th. 1418H.

Wednesday, September 12, 2007

Besuk Mulai Berpuasa ...sedikit catatan kuliner

Besuk sudah mulai berpuasa, Alhamdulillah ... entar malam bersama-sama kita dah mulai dirikan sholat tarawih. Puasa kali ini ... , setelah sudah 4 Ramadhan lalu (tahun 2001, 2002, 2003, 2006)... insyaAllah adalah bulan Ramadahan yang ke-5 di tahun ini dilalui lagi di Malaysia. Kembali aku akan merasakan puasa di negeri orang; meskipun disini sebenarnya puasa tidaklah jauh berbeda di Indonesia; karena mayoritas penduduknya adalah Melayu Islam. Jadi, insyaAllah mungkin tidaklah sukar bagi kami untuk melewati suasana ramadhan dengan lingkungan sekitar yang mendukung. Aku sempat berfikir juga; jika Ramadhan harus dilalui di negeri orang yang mayoritas penduduknya bukan Muslim, tentunya, ada tantangan dan ujian tersendiri ... dari lingkungan di kampus, tempat kerja, sekitar rumah (tetangga) dll. Kayak saudaraku ... mas Dony di Pennsylvania; mas Izzi di Nottingham, ... rekan-ku pak Bambang di Athens, kolegaku bu Ama di Texas, dll.

Aku pun jadi teringat Ramadhan 9 tahun lalu, ketika aku masih duduk di bangku kuliah S-1 di Yogya ... ketika aku masih di kost bersama temen2 ... di Gang Puntodewo; Wirobrajan. Setiap bangun sahur, kami harus bergegas pergi ke Jalan Kapten Tendean, untuk makan di Warung Angkringan dekat Primagama atau Rumah Makan Padang yang memang dibuka saat sahur... Cepet2 juga ... kalo nggak; dah mepet waktu imsyak ... biasanya nggak kebagian lauk, hehehehe;

Kalo diangkringan biasanya kami makan nasi bungkus yang berisi sambel teri (ikan asin) atau sambel dan potongan bandeng....kita biasanya panggil nasi bungkus tersebut sebagai nasi kucing ... (karena mungkin biasanya untuk dimakan kucing kalo ya...hehehehe). Terus yang pasti "segelas es TeH...sedaap, Tehnya biasanya cukup pekat dan manis.

Sesekali jika kurang lauknya (udah habis duluan, karena biasanya potongan ikannya keciil betul, hehehe), kami ambil "ceker ayam" (kaki ayam) atau "sate usus" atau "sate telur puyuh", kalo ceker ayam, biasanya kita akan minta "pak Jual Angkirngannya" untu k dibakar dulu...sate ceker ceritanya. Cukup 1500 perak perut dah kenyang....seeedap ! (ketika itu cukup 1500 ..kalo sekarang mah udah jadi 3000 perak, maklum semua bahan pokok dah naik)... kita ada slogan nich...ANGKRINGAN = SOLUSI MAKAN MAHASISWA di JOGJA, hehehehe....


Pernah juga aku merasakan hari terakhir puasa di Yogya, saat itu banyak temen2 kost yang belum pulang karena nggak ada duit, hehehehe.... Pagi itu, kami bergerak dengan lugas mencari sahur di Kapten Tendean...Uuuuhhhhhhh udah nggak ada yang buka ... banyak warung makan tutup dan Angkringan yang tak jualan, nampaknya ada satu pergerakan masal yang menarik di Yogya....yaitu "MUDIK RAYA" ... Yogya jadi sepi bener. Aku dan temen2 harus mencari2 Lesehan yang masih buka, alhasil, dapet juga di samping SMA 6 Jogja, Jalan Cik Dik Tiro, dekat Terminal Terban ...... huh, jauh juga mau makan sahur; dari Wirobrajan ke Terban...itupun dapetnya "nasi Gudeg" hehehehehe.... Jadi teringat..aduh pingiiin maem nasi Gudeg (nggak pa pa belum puasa kan hehehehe) ... Oh ya, ketika tinggal di Malaysia, kadang aku dan keluargaku sangat sering "kangen" masakan2 khas Jogja, maklum Wong Jowo, hehehehe, cuba bayangi...Nasi Gudeng (Nangka Muda), dicampur Daging Ayam (disuwir-suwir...artinya daging saja) atau lauk telur rebus, terus ditambah sayuran dan disiram kuah dan sambel kerecek.....huuuuuuu.....pesan dong ! ... (ada yang mau kirim ?)

Kalo di Malaysia, kita buat sahur sendiri (masak sendiri), karena kita bisa "lebih memilih selera". Terus terang, bagi kami; masakan komersil di Malaysia cukup membosankan dan ini lebih karena aku sendiri nggak seberapa suka (baca: tidak terbiasa) dengan "bumbu rempah" atau "kari".

Kalo sekali sekala ... boleh lah makan, tapi tak boleh buat makan tiap hari (ungkapan bhs.Malay); kalo sesekali saja masih mau, tapi kalo setiap hari jadi nggak suka deh... Makanan Kari atau Kare ini merupakan akulturasi rasa dari India dan dicampur masakan melayu yang memang sudah bernuansa "santan pekat", dan "berlemak"....

Tapi, apapun lauknya, makannya, yang penting ... selamat sahur deh, besuk dah puasa !!! Jangan lupa pasang "JAM BEKER yang bunyinya KRRIIIIIIIIIIIING nyaring... ", aktifkan "ALARM HP" pokoknya apapun alat untuk bisa membangunkan makan sahur. Selamat Berpuasa.

Gambar yang ditampilkan dalam tulisan ini diambilkan dari beberapa gambar dalam blog atau web diantaranya (terima kasih atas ijin pemuatan gambarnya):

Khusus untuk Kang Dendy 'Ade', thanks so much for your photo (photo of Angkringan)....ditunggu foto lainnya.

Sumber Foto:
Kari: http://dppwp.wordpress.com

Gudeg Jogja: http://www.wisatanet.com/travel_kuliner.php?kode=1&id=8
Angkringan :
http://ade.blogsome.com

Monday, September 10, 2007

Masih harus pake "NGEBOR" ... ?

Masih harus pake "NGEBOR" untuk "tahu" stratifikasi tanah ? Potongan artikel di bawah ini menjelaskan metode seismik yang diaplikasikan untuk mendapatkan stratifikasi tanah untuk survei geometrik jalan (pada terowongan atau galian khusus) tanpa harus melakukan pengeboran.


Metode pengeboran dan pengujian penetrasi standar (standard penetration test, SPT) biasa digunakan untuk mengetahui stratifikasi tebal dan kapasitas dukung lapisan tanah di setiap profil lapangan. Prosedur kerja kedua metode tersebut memerlukan waktu yang cukup lama maka investigasi lapangan hanya dimungkinkan untuk sedikit lokasi terpilih dengan interval jarak diantara titik dan ruang yang luas sehingga informasi tebal lapisan tanah dan kekuatan dukungnya tidak dapat diperolehi secara terperinci. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pengujian yang mampu memberikan nilai akurasi sebagaimana metode pengeboran dan sekaligus pengujian SPT dan lebih cepat, hemat serta mampu menampilkan stratifikasi profil yang lebih terperinci. Metode perambatan gelombang adalah salah satu pengujian lapangan yang telah digunakan untuk mengevaluasi dengan nilai sensitifitas tinggi pada investigasi sub permukaan. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan prosedur pengujian dan mengkaji kemampuan metode pembiasan gelombang seismik (seismic refraction method) untuk menginvestigasi sub-permukaan pada suatu rencana proyek pembangunan jalan di Malaysia. Metode analisis data pembiasan gelombang menggunakan metode GRM yang dikembangkan oleh Geosoft. Data gelombang yang dianalisis adalah waktu kedatangan pertama gelombang P. Selanjutnya kecepatan gelombang P secara mudah dapat ditentukan dari selisih waktu perambatan diantara sensor. Hasil yang diperolehi menunjukkan bahwa metode pembiasan gelombang P menghasilkan spektrum gelombang yang menggambarkan secara terperinci stratifikasi profil lapangan. Zona-zona lapangan yang keras dinilai dengan perambatan gelombang P yang semakin cepat sedangkan zona lemah ditunjukkan dengan spektrum kecepatan gelombang yang rendah. Formasi Kubang Pasu dalam kasus studi di Malaysia, menunjukkan variasi kualitas tanah dan batuan yang ditunjukkan secara jelas dalam spektrum gelombang P. Hasil analisis seismik menunjukkan indetifikasi profil yang baik yang ditunjukkan dengan kesesuaian dengan hasil pengeboran dan uji SPT. Metode pembiasan gelombang seismik dapat digunakan untuk mengevaluasi stratifikasi dan kekakuan setiap lapisan profil tanah tanpa memberikan kerusakan pada struktur tanah, dihasilkan secara cepat dan memberikan informasi profil yang lebih terperinci. Metode ini juga direkomendasikan sebagai salah satu metode pengujian yang ramah lingkungan.


Sekedar Intermezzo ... a piece of funnies


Kiriman dari kawan Bang Ian (Milis PPI Malaysia untuk UKM):


" aku mencoba menghilangkan penat dari menulis lembar demi lembar laporan penelitian " ... Sri Atmaja



Pada suatu hari ada tiga ekor tikus yang asyik sedang ngerumpi.

Tikus 1: "Hoi ... kamu tau ndak, bagiku perangkap tikus itu nggak ada artinya, malah kalo ada, perangkap itu sengaja aku buat mainan ...."

Tikus 2: "Wahh ... itu sih nggak ada apa-apanya! Kamu tau nggak, racun tikus itu sudah seperti air putih bagiku, minuman sehari-hariku itu ya racun tikus ...."

Tikus 3 diam sejenak ... dan tiba-tiba langsung ngeloyor pergi tanpa bilang apa-apa. Lalu kedua temannya langsung bertanya, "Hey, kamu mau kemana?"

Tikus 3: "Sorry aku harus pergi dulu soalnya aku ada kencan sama kucing ...."


Fenomena Gempa di Indonesia ... Part 1

Membaca berita pagi ini di liputan 6 melalui media internet; aku menemukan satu tulisan dalam Laporan Daerah yang menjadi Hot News pagi ini yaitu Gempa di Situbondo. Berikut aku sertakan kabar bencana tersebut.

10/09/2007 10:01 Liputan 6 Terkini

(http://www.liputan6.com/daerah/?id=147347)
Gempa Mengguncang Situbondo, Belasan Rumah Hancur


Liputan6.com, Situbondo: Gempa berkisar 5-6 skala Richter mengguncang Situbondo, Jawa Timur, Senin (10/9) dini hari, sebanyak dua kali. Dilaporkan, gempa menghancurkan belasan rumah warga. Belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.

Guncangan pertama terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, warga tengah tertidur lelap. Gempa terjadi selama beberapa detik. Gempa susulan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Namun kekuatannya dilaporkan lebih kecil dibandingkan yang pertama.

Gempa lagi ... gempa lagi, dan selanjutnya yang muncul di benak kita adalah korban dan kerugian material. Kabar gempa ini tak berselang lama dari bencana alam dan fenomena laut pasang akibat peristiwa geseran dan tumbukan lempeng bumi di bawah tanah perairan Samudera Indonesia dan beberapa geseran lempeng di darat. Secara geografis Indonesia terletak pada daerah pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Indoaustralia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng-lempeng ini senantiasa bergerak pada periodisasi waktu tertentu untuk melepaskan energi. Adakalanya lempeng terletak di bawah bumi yang dalam dan bergerak tanpa menimbulkan tumbukan terhadap lempeng lainnya, sehingga energi yang dilepaskan relatif kecil. Namun ada juga lempeng yang terletak di daerah dangkal dan pergerakannya menyebabkan tumbukan kuat dengan lempeng lainnya, biasanya energi yang ditimbulkan cukup besar dirasakan di permukaan. Dari energi yang dilepaskan ini selanjutnya dialirkan melalui media tanah/bumi menuju ke permukaan bumi. Energi ini-lah yang menyebabkan gempa; atau kita kenal energi yang menyembabkan munculnya gelombang mekanis yang merambat dalam dan permukaan bumi yang disebut gelombang permukaan. Gelombang gempa dibagi menjadi dua bagian utama; yaitu gelombang tubuh (bodywave) dan gelombang permukaan (surface wave). Suhardjono (Kepada BMG Pusat) pernah menyatakan bahwa berdasarkan dayta yang terekam; frekuensi gempa bumi di Indonesia mengalami peningkatan signifikan pascamusibah gempa dan Tsunami, Desember 2004 di Aceh. Sedikitnya terjadi 300 kali gempa setiap tahunnya. Hal ini jauh meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika melihat periodisasi sebelumnya, maka saat ini adalah masa dimana pergerakan lempeng di Indonesia adalah sangat aktif.

Hingga kini prediksi arah pergerakan lempeng yang menandakan wilayah gempa adalah sangat sukar. Meskipun telah banyak persamaan dan model baik numerik, analitik atau empirik dihasilkan, namun semua hanya melakukan prediksi dan peringatan awal saja. Tentang kejadian wilayah waktu dan seberapa pasti besar gempa atau energi seismik yang dilepaskan; ilmu pengetahuan belum bisa menjawabnya. Tiap tahun, lempeng-lempeng yang ada mengalami pergerakan dinamis antara 6-12 sentimeter. Karena itu dapat disimpulkan hampir seluruh wilayah Indonesia sangat rawan gempa.

BMG sendiri telah memasang jaringan seismograf di 24 titik yang tersebar hampir di seluruh Tanah Air. BMG menargetkan dalam dua tahun ke depan memiliki 160 titik warning system. Gunanya untuk mempercepat peringatan dini pada gempa yang dapat menimbulkan Tsunami dan juga memudahkan proses evakuasi.
Satu hal yang menarik untuk dipelajari bahwa Indonesia memiliki riwayat geologi aktif dari jaman purba. Dari investigasi dan penelitian jejak abu yang diterbangkan hasil peristiwa tektonik gunung berapi oleh beberapa universitas US (diantaranya UCLA); diperoleh informasi bahwa abu yang ditemukan dalam timbunan es di kutub selatan; identik dengan temuan abu di sekitar danau toba. Komposisi dan susunan atom yang menyusun unsur abu telah dijadikan semacam DNA untuk mengenal pasti asal muasal abu produksi letusan gunung tersebut. Satu hipotesis awal muncul bahwa ribuan tahun lalu, terdapat suatu supervulcano yang terletak di pulau Sumatera Indonesia dan letusan tersebut diprediksi menghasilkan suatu kawah yang saat ini dinikmati sebagai panorama keindahan "danau Toba".
Tulisan ini akan bersambung untuk membahas fenomena lempeng di bumi Indonesia dan aspek-aspek yang terkait dengan gempa dan peristiwanya. Semoga Allah mampukan saya untuk menyelesaikan tulisan ini. Bersambung.

Selamat Menyambut Ramadhan dan Maafkanlah Kami


Jika ... pernah jazad kami berperilaku keliru, memang kami keliru,
mulut kami bertutur ucapan salah, memang kami salah,
lidah kami kelu untuk berkata lembut, memang kami bertutur kasar,
niatan kami tak bersih, memang hati kami kotor,
tindakan kami khilaf, memang kami khilaf;

Maka dengan niatan bersih dan semata-mata guna memohon kerdiho'an Allah...meminta dengan tulus dan ikhlas, ... Maafkan-lah seluruh kesalahan kami;

Dari Abu Hurairah ra. berkata :-

أن النبي صلى الله عليه وسلم رقى المنبر فقال : آمين ، آمين ، آمين قيل له : يا رسول الله ، ما كنت تصنع هذا ؟ فقال : قال لي جبريل : رغم أنف عبد أدرك أبويه أو أحدهما لم يدخله الجنة ، قلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف عبد دخل عليه رمضان لم يغفر له ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف امرئ ذكرت عنده فلم يصل عليك ، فقلت : آمين
"Sesungguhnya Nabi saw telah naik ke mimbar dan berkata : Amin, Amin, Amin. Seorang bertanya kepada dia : Ya Rasulullah, Apa yang engkau lakukan ini? Baginda menjawab : Telah berkata Jibril kepadaku : Hambanya yang sombong, sempat bersama ibu-bapanya atau salah seorang darinya, tidak akan masuk syurga (kerana kesombongan terhadap mereka), Aku berkata : Amin, kemudian berkata malaikat: hambanya yang sombong apabila masuk Ramadhan tidak akan diampun dosanya (oleh Allah), Maka Aku berkata : Amin. Kemudian malaikat berkata : Seseorang yang sombong dimana nama engkau (Nabi saw) disebut kepadanya akan tetapi dia tidak berselawat kepada engkau, maka aku berkata : Amin." [Hadith Riwayat al-Bukahri didalam Adabul Mufrad. Syiekh al-Albani menilai hadith ini sebagai Hasan Sahih (Sahih Adabul Mufrad LiImam Bukhari, #503/646)].

Maafkan lah kesalahan dan kekhilafan kami, semoga kita bisa bersama-sama memasuki Ramadhan dengan jiwa yang bersih dan mengharapkan dengan sepenuhnya keridho'an Allah untuk menjadikan diri kita menjadi insan yang memiliki iman dan agama yang sempurna; selalu beramal yang sholeh dan berkehidupan dalam kerahmatanNya. Selamat Menyambut Ramadhan yang Berkah, bulan penuh rahmat dan ampunan; serta bulan yang penuh derajat kemuliaan.

Salam hangat dari kami;

Sri Atmaja P. Rosyidi; Rika Nuraini dan Naura Rucira Haya P. Rosyidi


Terima kasih atas koreksi hadist-nya dari ikhwan/akhwat yang memberikan masukan. Boleh dilihat penjelasasan lanjut di:
http://demipena.blogspot.com/2007/09/hadis-doa-jibril-dan-sikap-kita.html

Thursday, September 6, 2007

Amalan Ramadhan - Bagian 3

Saya mengambil tulisan ini dari Milis Teladan 88 dan Kiriman Sahabat saya dari Yogyakarta
Sebagai bahan perenungan bagi kita menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

----------------------------------------------------------------

Berhentilah Jadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. "Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru. "Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian.

Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah." Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

Disampaikan (ditulis) oleh Darius Nurdin

------------------------------------
Alam Terkembang Kalam Ilahi
www.west-sumatra.com

Wednesday, September 5, 2007

Amalan Ramadhan - Bagian 2

Foto diambilkan dari Islam Relief Ramadhan 2007 (silahkan berikan bantuan kepada muslim di seluruh dunia melalui Islam Relief www.islamic-relief.com)


Ramadhan sebentar lagi, ...Ramadhan sebentar lagi, .... nyanyian lirih membangunkan sanubariku untuk melirik ke kalender yang terpasang di dinding ruang tamu rumahku. Hhhhhmmm, lirik dengungan yang keluar dari bibir ini. ... "Beberapa hari lagi kita akan kedatangan bulan Ramadhan".

Kedatangan Ramadhan tahun ini tentu harus disambut dengan penuh kegembiraan karena insya Allah, kesempatan menjalankan berbagai ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah di Ramadhan kembali kita peroleh. Berbagai "BONUS" dan "DISCOUNT" pun Allah telah buka untuk kita. Satu anugerah yang tak ternilai harganya ... Allah menciptakan dengan muliaNya suatu bulan yang didalamnya terdapat banyak kemuliaan. Satu kesyukuran tinggi yang perlu kita panjatkan untuk meraih Ramadhan ini. Target utama kita dari ibadah Ramadhan adalah semakin mantapnya ketaqwaan kepada Allah Swt.

Sebagai wujud dari kesyukuran, Ramadhan ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja tanpa diisi oleh aktivitas ruhani yang dapat meningkatkan ketaqwaan diri, keluarga dan masyarakat kita kepada Allah Swt. Maka, langkah persiapan harus sudah dilakukan, baik secara pribadi maupun bersama-sama.

Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan keluarga, komunitas dan masyarakat dengan melakukan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan maupun dengan khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada komunitas dan masyarakat kita agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain serta munculnya tindakan untuk memperbaiki dan memajukan masyarakat dapat dilakukan dari waktu ke waktu melalui perbaikan diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara.


1-Memperbanyak doa, jika telah memasuki bulan Rajab, maka Rasulullah saw berdoa,

"Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan."

"Ya Allah bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir, serahkanlah ia pada kami dan serahkanlah kami padanya, karunikanlah kami kesanggupan untuk berpuasa, dan menegakkan malam-malamnya. Dan karuniakanlah kami kesungguhan kekuatan dan semangat serta jauhkanlah kami dari fitnah didalamnya."

"Ya Allah sampaikanlah kami pada Ramadhan dengan aman, keimanan, keselamatan,
Islam, kesehatan dan terhindar dari penyakit serta bantulah kami untuk melaksanakan shalat, puasa dan tilawah al-Quran padanya."

2- Memperbanyak aktivitas puasa di bulan Sya’ban,

seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dalam hadis Bukhari-Muslim,

Aisyah ra. berkata : Tidaklah aku lihat Rasul menyempurnakan puasanya sebulan penuh
kecuali pada Ramadhan dan tidak juga aku lihat beliau memperbanyak puasa sunnatnya kecuali di bulan Sya’ban.

3- Memperbanyak aktivitas tilawah Quran, sebagaimana yang diungkapkan Anas bin Malik bahwa para sahabat jika memasuki bulan Sya’ban, mereka segera mengambil mushaf dan membacanya.

4- Segera mengqodho’ puasa.

Aisyah ra. berkata : Dulu aku pernah punya hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak dapat membayar qodho’nya kecuali pada bulan Sya’ban.

5- Saling maaf memaafkan sesama muslim, sehingga dalam memasuki Ramadhan dosa kita dengan sesama sudah terhapuskan sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah swt saja, dan pada saat hari raya Idul Fitri tiba , kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah.

6- Mengkaji fiqih yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan (puasa, sholat malam, perbanyak dzikir yang diajarkan nabi, sholat berjama'ah, dll), sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik berdasarkan pemahaman yang benar dan terhindar dari bid'ah.


Disarikan dan dituliskan kembali dari beberapa sumber bacaaan (SA).

Amalan Ramadhan - Bagian 1

Tulisan ini diambil dari Milis PCIM Kuala Lumpur atas ijin penulisnya:Ahsanul In’am, Fakulti Pendidikan Universiti Malaya

Dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini, orang jawa bilang ada tiga hal yang hendaknya perlu memperoleh perhatian dan jangan sampai terlena dengannya, harta, tahta dan wanita, tiada sedikit manusia terjerembab jatuh karenanya. dalam seri pertama ini saya nak sampaikan pesan dari simbah saya mengenai ta yang pertama.

Di suatu masa ada tiga orang yang selalu bersama-sama dalam menjalankan aktivitas, mereka saling membantu jika ada teman yang lain memerlukan bantuan. Dalam sebuah perjalanan, ketiganya memperoleh rezeki yang tiada diduganya.. mereka menemukan sebongkah emas yang menyilaukan dan menjanjikan untuk dapat menjalani kehidupan hingga tujuh turunan. .. sebagai teman yang akrab.. mereka berunding untuk mencari solusi dari temuan itu.. diperolehlah suatu kesepakatan bahwa emas yang ditemukan dibagi bertiga sama rata..

Setelah diperoleh kesepakatan… mereka bertiga mencari kedai emas yang bisa membeli emas tersebut… dan dalam perjalanan.. ternyata terasa perutnya kosong dan perlu memperoleh input… mereka bertiga akhirnya istirahat di suatu tempat.. dan dirundingkan untuk membeli makan .. dan salah satu dari mereka bertiga bertugas membeli makanan disuatu warung yang mungkin bisa dijangkau… dan dua orang temannya menunggui emas temuannya… dan terjadilah diskusi diantara mereka berdua…

"Wahai kawan…. Betapa untungnya jika emas ini kita bagi dua saja.. sehingga kita bisa lebih banyak memperolehnya…"

entah setan burik mana yang telah merasuk dalam jiwa dua orang yang telah bersahabat …

"lantas bagaimana caranya?"

Kawan yang punya ide menyampaikan gagasan..

"jika teman kita datang dari membeli makanan.. kita habisi saja…"
" oke saya setuju" kata teman satunya…

sekali lagi setan burik telah menggunakan teknologi internet yang canggih untuk menyampaikan pesan kepada sesame setan yang lagi nguntit teman yang satunya… teman yang membeli makanan telah teracuni tipu daya setan.. ia berpikiran.

".... alangkah baiknya jika emas tadi saya miliki sendirian…" Lantas dia lakukan niatnya.. ia beri racun makanan dalam bungkus yang telah dibelinya… dan dibawalah kepada teman yang telah lama menunggunya…

Ketika teman yang bertugas membeli makan telah datang … beraksilah kedua orang teman yang telah menunggunya… dihabisinya teman yang telah membelikan makan…dan untuk menghilangkan jejak .. dikuburlah teman yang telah mendahuluinya.

Setelah berhasil melaksanakan niat tersebut mereka berdua merasa bangga dan juga merasa capek setelah melaksanakan perintah setan burik… dan juga laparrrrr.. dengan tergesa-gesa mereka ambil makanan yang telah dibawa oleh temannya… lantas apa yang terjadi… setelah mereka menyantap makanan… tiada lain dia akhirnya mereka menyusul temannya untuk menghadap sang Khalik…

tinggallah bongkahan emas dan tak ada yang memilikinya…

Gambaran diatas boleh dijadikan suatu tauladan dalam mencari makna hidup… apalagi sebentar lagi kita memasuki bulan romadon… apalah yang kita cari dalam hidup ini… ta… ta… atau ta… ketiganya hanyalah sarana dan bukanlah tujuan…. Selamat memasuki siam Ramadan yang penuh berkahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh


Hisab Hakiki Wujudul Hilal


Diambil dari : Web Site Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Kuala Lumpur

Berdasarkan hisab hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP. Muhammadiyah, hasil hisab awal Ramadan adalah sebagai berikut:

Ijtimak menjelang Ramadan 1428 H terjadi pada hari Selasa Legi, 11 September 2007, Pk.19:46:02 WIB. Tinggi Hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta =-02 09’ 06” (Hilal belum wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam (sunset) hilal masih di bawah ufuk.

1 Ramadan 1428 H jatuh pada hari Kamis Pon, 13 September 2007

Sedangkan berkaitan dengan Idul Fitri 1428 H, berdasarkan hisab hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP. Muhammadiyah, hasil hisab awal Syawal adalah sebagai berikut:

Ijtimak menjelang Syawal 1428 H terjadi pada hari Kamis Legi, 11 Oktober 2007, Pk.12:02:29 WIB.Tinggi Hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta = +00 37’ 31”. Hilal sudah wujud di wilayah Barat Indonesia, namun di wilayah Timur Indonesia belum wujud. Oleh karena itu Idul Fitri 1428 menunggu keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikutip dari Pusat Studi Falak Muhammadiyah

Monday, September 3, 2007

UMY DAPATKAN PROGRAM HIBAH 15 MILYAR


UMY DAPATKAN PROGRAM HIBAH 15 MILYAR

(sumber: http://www.umy.ac.id/tampil/berita.php?id=606)

29 Agustus 2007

Berdasarkan surat Dirjen Dikti nomor 2590/D/T/2007, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi salah satu dari 31 Perguruan Tinggi lain yang berhasil mendapatkan Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHK-I) tahun 2008. Program hibah kompetisi yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikti dalam rangka kegiatan untuk meningkatkan manajemen Perguruan Tinggi ini, diikuti oleh Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia. Pengumuman tersebut dilaksanakan pada Selasa (28/08), 31 Perguruan Tinggi yang berhasil lolos dalam seleksi tersebut akan mendapatkan dana sejumlah 15 Milyar.

Ir. Sudarja., MT (Ketua Tim PHK-I UMY) ketika ditemui pada Rabu (29/08) mengatakan bahwa proposal hibah yang telah dikirim oleh masing-masing unversitas sejak april lalu telah melalui beberapa tahap untuk dapat lolos dan mendapatkan dana tersebut. Sementara itu desk evaluation terhadap proposal lengkap itu, telah dilakukan oleh reviewers Dewan Pendidikan Tinggi dari tanggal 7 hingga 24 Juli 2007. Tim reviewers telah menyelesaikan proses evaluasi dan seleksi sehingga terpilih 44 Perguruan Tinggi untuk lolos ke tahap berikutnya yaitu tahap site visit. Tahap site visit, ungkap Sudarja yang telah dilakukan pada Rabu (1/08) lalu, dari 44 Perguruan Tinggi yang lolos pada tahap desk evaluation akhirnya didapatkan 31 PT yang memang dianggap layak untuk mendapatkan dana tersebut. “UMY merupakan salah satu Universitas yang lolos, hal ini sangat membanggakan karena kita harus bersaing dengan seluruh PT yang ada di Indonesia” katanya.

Masih menurut Sudarja, skema PHK-I yang diusulkan memang berjangka waktu selama tiga tahun, namun pendanaan tersebut akan dilakukan atas dasar kontrak tahunan. Keberlanjutan untuk tahun-tahun berikutnya, ungkapnya akan bergantung pada kinerja implementator dalam menjalankan program tersebut. Sudarja menambahkan bahwa Direktorat jenderal pendidikan tinggi berhak untuk menghentikan pendanaan apabila hasil evaluasi tahunan menunjukkan bahwa program tidak diimplementasikan sesuai dengan perencanaan yang diusulkan dan disetujui. “Untuk itu peranan tim monitoring dan evaluasi internal menjadi sangat penting artinya dalam implementasi program ini”tambahnya.

Sudarja juga mengatakan bahwa masing-masing pemenang hibah hiharapkan mulai mempersiapkan panyusuann rencana implementasi tahun pertama. Panduan teknis penyusunan dokumen Rencana Implementasi tersebut akan disampaikan oleh kegiatan peningkatan Infrastruktur Perguruan Tinggi (KPIPT)-DIKTI. “Hibah ini diharapkan dapat meningkatkan Infrastruktur UMY sehingga akan lebih meningkatkan kualitas UMY”tambahnya.