Wednesday, August 22, 2007

Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti artinya?

Saya mengutip pesan ini dari milis staff_umy@yahoogroup.com dan dari email rekan sejawat Mutia Hussin (mutiasuryo@yahoo.com) di UMY

Satu cerita yang penuh makna dan semoga merupakan hikmah bagi kita
------------------------------------------------------------------------------------------------

Suatu cerita yang indah:Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatupegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinyayg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Qurandi meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebihcepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nyayakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.
Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya." Sang cucu menurut, melihat kedalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjangitu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. " Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjarannya"Wassalam

2 comments:

ario said...

Subhanallah..
a touching paper.. saya minta ijin ngopi ke blog ya...

semoga berjaya..
tambah sibuk nih....?

Sri Atmaja P. Rosyidi said...

Ok...silahkan copy ke blog, saya pun ambil dari milis dan pemilik yang mengizinkan untuk disebarkan...semoga sebagai artikel dakwah dan mampu memberikan pahala kepada yang menulisnya Amien.

Semoga maju jaya ... Alhamdulillah, harus menyiapkan analisis model II utk tesis Ph.D., 4 papers, 1 invited paper, 2 laporan penelitian dan 2 detil rancangan penelitian untuk akhir tahun ini.
Semoga bisa selesai dengan maksimal ... Amien.